Anggota KPU Provinsi Banten Ketua Divisi Sosdiklih Parmas Aas Satibi beserta Sekretariat KPU Provinsi Banten menghadiri sosialisasi pendidikan pemilih pemula sekolah jawara demokrasi tahun 2026 yang diselenggarakan oleh KPU Kota Tangerang Selatan di hotel Mercure Alam Sutera Selasa 21 April hingga Kamis 23 April 2026. Kegiatan yang bertepatan dengan hari Kartini Tahun 2026 dihadiri Walikota Tangerang Selatan H. Drs. Benyamin Davnie, Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan Warto Sugito, Ketua Bawaslu Kota Tangerang Selatan M. Acep, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Tangerang Selatan Oki Rudianto serta undangan lainnya dan para peserta 2 orang siswa-siswi dan 1 orang guru pendamping dari 38 Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan swasta dan negeri se-Kota Tangerang Selatan. Acara yang dibuka oleh Ketua KPU Kota Tangerang Selatan M. Taufik MZ yang dalam sambutannya mengatakan bahwa ini adalah kegiatan kali kedua setelah sebelumnya diselenggarakan pada tahun 2025, kegiatan ini bertujuan agar para siswa-siswi yang merupakan pemilih pemula dan dalam 1-2 tahun mendatang akan mendapat hak pilihnya dapat memahami bagaimana tata cara pemilihan di Indonesia mulai dari pendaftaran pemilih, pendaftaran calon hingga proses pemilihan dan penghitungan suara serta penetapan hasil pemilihan. Selanjutnya Walikota Tangerang Selatan H. Drs. Benyamin Davnie membuka dan memberikan sambutan pada kegiatan sekolah jawara demokrasi ini, dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini sangat baik dilakukan guna pendidikan politik bagi calon-calon penerus bangsa agar dikemudian hari dapat memajukan Kota Tangerang Selatan dan diharapkan kegiatan ini dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan agar pendidikan politik bagi pemilih pemula dapat dipahami sehingga bisa menjadi mitra KPU dan partai politik dalam pendidikan politik bagi masyarakat. Anggota KPU Provinsi Banten Aas Satibi memberikan sambutan dan wejangan bagi para peserta sekolah jawara demokrasi ini bahwa dalam proses pemilihan didalamnya ada tahapan-tahapan yang harus dilalui, dalam setiap tahapan membutuhkan pengerjaan yang cepat dan tepat waktu serta tenaga ekstra sesuai peraturan agar menghasilkan keputusan yang berkualitas karena setiap proses tahapan berkesinambungan dengan proses tahapan lainnya yang akhirnya menjadi satu kesatuan tahapan yang menghasilkan seorang pemimpin yang berkualitas dan berlegitimasi serta berintegritas.